Banyak orang yang berbicara tentang manajer tapi tidak mengerti siapa itu manajer. Dahulu orang mengartikan manajer secara sederhana. Manajer adalah anggota organisasi yang menyuruh orang lain melakukan sesuatu dan memberitahu cara melakukannya. Jadi pengertian manajer yang lama cuma sebatas dalam ruang lingkup organisasi atau perusahaan.
Sekarang definisinya tidak sesederhana itu. Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan dan melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan pekerjaan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Jadi kita pun bisa menjadi manajer tanpa harus menjadi pimpinan suatu organisasi atau perusahaan.
Berikut ini tingakat manajer dalam keorganisasian yang berstuktur tradisional dari bawah sampai atas.
1. Manajer lini pertama
Manajer pada tingkatan paling rendah dalam organisasi yang mengelola pekerjaan karyawan non‐managerial yang terlibat dalam produksi dan penciptaan produk organisasi.
2.Manajer menengah
Manajer di antara tingkatan lini pertama dan tingkatan puncak organisasi yang mengelola ekerjaan para manager lini pertama.
3. Manajer puncak
Manajer di dekat tingkatan puncak organisasi yang bertanggungjawab membuat keputusan yang berlingkup keseluruhan organisasi dan menyusun sasaran serta rencana yang mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.
Sebagian besar lulusan perguruan tinggi lebih memilih untuk menjadi pekerja daripada menjadi wirausaha. Alasannya bermacam-macam, mulai dari tidak punya jiwa berwirausaha, tidak punya modal, dan yang lebih parah adalah tidak punya keberanian. Memang keputusan untuk menjadi pekerja adalah hak mereka pribadi. Namun yang perlu diketahui adalah menjadi seorang wirausaha tidak hanya bisa meningkatkan taraf hidup kita sendiri tetapi juga bisa meningkatkan taraf hidup orang lain dan lambat laun akan memajukan perekonomian Indonesia.
Apakah wirausaha itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi pengadaan produk baru, memasarkannya, seta mengatur permodalan operasinya.
Setelah kita mengetahui arti wirausaha, timbul suatu pertanyaan, mengapa seseorang berwirausaha? Jawabannya banyak sekali, seperti penghasilan dari tempat kerja tidak mencukupi, lapangan pekerjaan terbatas, merupakan pilihan atau keinginan yang kuat, dan juga merupakan penyaluran hobi. Selain itu ada juga beberapa alasan menjadi wirausaha antara lain ingin lebih kaya secara materi, ingin lebih bebas, ingin mewujudkan impian, dan bahkan karena kepepet.
Di Indonesia, masih terlalu sedikit orang yang terjun di bidang usaha. Menurut Mc Clealend, negara akan berkembang kalau sekitar 2% penduduknya adalah jadi pengusaha. Jadi negara ini membutuhkan kurang lebih 4 jutaan pengusaha sementara saat ini baru sekitar 400 ribuan. Melihat prospek dan peluang mejadi wirausaha yang sangat besar, mengapa kita masih saja memperebutkan jatah untuk menjadi pegawai negeri atau pekerja yang jelas-jelas banyak pesaingnya?
Untuk menjadi seorang wirausaha, kita harus mengetahui 5 ciri seorang wirausaha, yaitu sebagai berikut.
1. Berani mengambil resiko
2. Menyukai tantangan
3. Punya daya tahan yang tinggi
4. Punya visi jauh ke depan
5. Selalu berusaha memberi yang terbaik
Banyak sekali yang diberikan oleh wirausaha kepada masyarakat. Misalnya produk baru atau jasa baru, lapangan kerja baru, lingkungan kerja yang kreatif, metoda baru untuk melakukan kegiatan bisnis, maupun bentuk baru penciptaan bisnis. Contoh-contoh tersebut semakin menegaskan bahwa wirausaha merupakan orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Sudah saatnya pola pikir bahwa lulusan perguruan tinggi harus menjadi pekerja kita ubah. Lulusan perguruan tinggi akan lebih bermanfaat jika menjadi pengusaha yang punya idealisme dan keahlian yang tinggi, yang pada akhirnya akan mencetak lapangan kerja. Satu kalimat penutup, “semangat kewirausahaan bukan semangat untuk cepat kaya, namun harus didasari semangat untuk menghasilkan kontribusi yang memberikan solusi bagi masyarakat".
Aku ini anak Teknik Informatika tapi aku ikut research membernya lab TEKMI (Teknologi Ekonomi) milik anak Teknik Industri. KOq bisa gitu?? ya bisa aja, kan dibuka untuk umum. AKu tertarik dengan bisnis jadi aku ikut aja, nambah ilmu selain dari ilmu kuliah.
Nah.. minggu ini aku dapet pelajaran tentang QFD. Apa itu QFD? di judul sudah ada kepanjangannya. QFD merupakan salah satu metode perancangan dan pengembangan produk. Berikut ada pengertian dan sedikit penjelasan tentang QFD yang aku dapat dari wikipedia, namun masih pake' english. Bisa kan mengartikan?? pasti bisalah...
Quality function deployment (QFD) is a “method to transform user demands into design quality, to deploy the functions forming quality, and to deploy methods for achieving the design quality into subsystems and component parts, and ultimately to specific elements of the manufacturing process.” [1], as described by Dr. Yoji Akao, who originally developed QFD in Japan in 1966, when the author combined his work in quality assurance and quality control points with function deployment used in Value Engineering.
QFD is designed to help planners focus on characteristics of a new or existing product or service from the viewpoints of market segments, company, or technology-development needs. The technique yields graphs and matrices.
QFD helps transform customer needs (the voice of the customer [VOC]) into engineering characteristics (and appropriate test methods) for a product or service, prioritizing each product or service characteristic while simultaneously setting development targets for product or service.
Waduh panjang ya?? berikut langkah-langkah QFD.
iterasi 1: HOQ (House of Quality)
iterasi 2: Perencanaan KOmponen (Part Deployment)
iterasi 3: Perencanaan Proses (Process Deployment)
iterasi 4: Perencanaan Manufaktur (Manufacturing Deployment)
Sekian dulu tentang QFD, kalo ada yang baru lagi aku kabari dech...
Label: BISNIS